salesma

Pilek atau selesma merupakan penyakit yang paling umum dan sering ditemui, dapat menyerang anak-anak maupun lanjut usia. Sebagian orang awam sering menyamakan penyakit ini dengan influenza, padahal sebenarnya pilek dan influenza adalah dua penyakit yang berbeda, hanya gejalanya ada kemiripan, biasanya influenza lebih hebat penderitaannya dibandingkan pilek. Pilek tidak disertai dengan demam tinggi atau menggigil seperti pada influenza.

Gejala pilek atau selesma ditandai dengan tersumbatnya saluran pernapasan, tidak enak badan, kepala terasa pening dan berdenyut-denyut, bersin-bersin, ingus yang cair meleleh keluar dari hidung, temperatur tubuh naik atau demam ringan , mata merah dan terasa sakit, sakit tenggorokan sehingga sulit menelan, suara serak dan batuk-batuk. Penyakit ini sering diikuti dengan peradangan tonsil/ mandel dan radang tenggorokan. Pilek sebenarnya bukan termasuk penyakit berat namun sangat menganggu penderitanya. Pilek atau selesma terutama disebabkan oleh infeksi virus, ada lebih dari 200 virus yang telah diketahui menimbulkan selesma. Juga dapat disebabkan karena daya tahan tubuh yang menurun, atau adanya alergi di hidung dan kerongkongan. Pilek sangat mudah menular, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah mudah tertular penyakit ini. Penularan penyakit ini bisa terjadi melalui percikan bersin atau ludah penderita yang mengandung virus dan masuk melalui saluran pernafasan. Pilek biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Gejalanya akan berangsur-angsur berkurang setelah 3-5 hari dilakukan perawatan sendiri. Namun jika gangguan tetap tidak berkurang setelah 3-5 hari melakukan perawatan sendiri, menandakan adanya tambahan infeksi bakteri.

Penyakit Selesma merupakan gabungan berbagai segala yang mengganggu saluran napas bagian atas, utamanya selaput lendir hidung. Selesma merupakan penyakit simptomatik dan bersifat self-limiting. Perbedaan selesma, rhinitis alergi dan influenza terletak pada penyebab dan intensitas gejala. Selesma Rhinitis alergi Influenza disebabkan oleh rhinovirus. Bukan infeksi virus, tapi reaksi antara antibody pada mukosa hidung dan antigen yang terhisap. Virus influenza, gejala demam, sakit kepala, sakit otot dan sendi, merasa capek, sakit tenggorokan, batuk, hidung mampet atau berlendir cair, dan sering amat letih ini mirip dengan selesma, kecuali adanya rasa gatal di hidung mirip dengan selesma hanya kecuali intensitasnya jauh lebih berat.

Patofisiologi terjadinya penyakit selesma dapat diuraikan sebagai berikut : virus melekat pada sel inang dan melakukan penetrasi asam nukleat ke dalam tubuh inang terjadi replikasi genom virus dan sintesis asam amino atau protein pembentuk tubuh virus penyusunan dan pengepakkan virus baru pelepasan dari sel inang, mengakibatkan sel inang lisis dan timbul peradangan.

Keterangan proses terjadinya selesma : cairan encer dan jernih yang mengalir dari epitel nasal yang teriritasi, kemudian secara cepat diikuti oleh lender yang lebih kental, yang sebagian besar terdiri dari sel-sel epitel yang mati dan sel darah putih. Tenggorokan terasa sakit karena adanya edema pada selaput lendir tenggorok, menyebabkan iritasi tenggorok. Batuk yang semula kering dapat berubah menjadi batuk basah karena adanya cairan nasal/ ingus yang menggumpal pada cabang tenggorok kemudian tak terbendung lagi mengalir ke dalam saluran nafas bagian bawah sehingga diperlukan batuk, untuk membersihkan saluran nafas dari ingus yang menggumpal biasanya disebut dengan batuk produktif.

Sasaran terapi selesma. Salesma merupakan penyakit simptomatis yang dapat sembuh dengan sendirinya sehingga system pengobatannya hanya bersifat paliatif/ meringankan gejala. Tidak semua gejala yang timbul harus diobati, karena merupakan perluasan dari gejala sebelumnya, sehingga sasaran pengobatannya adalah gejala yang paling berat dan merupakan awal rantai gejala berikutnya yaitu cairan nasal dan sumbatan nasal.

B.Pengobatan

Pengobatan Produk obat selesma yang beredar merupakan sediaan kombinasi yang tersusun 2-7 zat aktif. Terdiri dari kelompok farmakologi analgetik, dekongestan nasal, antihistamin dan stimulansia. Komponen lain yang sering ditambahkan adalah antitusif, ekspektoran dan vitamin. Dekongestan nasal berdasarkan sasaran terapi, idealnya obat selesma pilihan adalah dekongestan nasal. Sebab dengan dekongestan nasal, sumbatan nasal maupun keluarnya cairan nasal dapat dikurangi, sehingga rentetan gejala berikutnya juga berkurang.

Dekongestan nasal yang digunakan ada 2 jenis yaitu :

    1. Dekongestan topical ephedrine, nafazolina, oksimetazolina, dan xilometazolina

    2. Dekongestan sistemik phenileprin, fenilpropanolamin, pseudoephedrin

Dekongestan nasal yang ideal :

  1. Efek cepat dan masa kerja yang panjang

  2. Tidak mempunyai efek samping sistemik, iritasi terhadap selaput lender hidung

  3. Teknik penggunaan sederhana obat pilihan tidak berarti obat yang harus diberikan atau dianjurkan untuk digunakan, melainkan harus dipertimbangkan kondisi penderita seperti kontra indikasi, antara obat atau faktor lainnya.

Analgetika adalah senyawa yang dalam dosis terapetik meringankan atau menekan rasa nyeri, tanpa memiliki kerja anestesi umum. Berdasarkan potensi kerja, mekanisme kerja dan efek samping analgetika dibedakan dalam 2 kelompok yaitu :

  1. Analgetika yang berkhasiat kuat, bekerja pada pusat (hipoanalgetika, kelompok opiate)

  2. Analgetika yang berkhasiat lemah (sampai sedang), bekerja terutama pada perifer dengan sifat antipiretika dan kebanyakan juga mempunyai sifat antiinflamasi dan antirhematik.

Antihistamin adalah obat yang mampu mengusir histamine secara kompetitif dari reseptornya dan dengan demikian mampu meniadakan kerja histamine. Sesuai dengan kerjanya pada reseptor histamine yang berbeda, dibedakan :

    1. Antihistamin H1

    2. Antihistamin H2 antitusive, merupakan obat-obat yang menghentikan rangsang batuk danmenurunkan fre kuensi dan intensitas dorongan batuk dengan menekan refleks batuk akibat penghambatan pusat batuk dalam batang otak dan melalui blockade reseptor sensorik (reseptor batuk) dalam saluran bronchus. Obat-obat ini hanya digunakan pada rangsang batuk kering, yang melalui penghentian refleks batuk tidak berbahaya bila terjadi bendungan secret.

Contoh : kodein Obat kombinasi yang dianjurkan harus memenuhi persyaratan rasional, yaitu : untuk 2 kombinasi dapat diberikan dekongestan dan analgetik/ antitusif/ expectorant, untuk 3 kombinasi dapat diberikan dekongestan analgetik antitusif atau dekongestan analgetik expectorant.

Dalam suatu kombinasi ada tambahan obat rasional : 1. Vitamin C : 1-1.5 gram untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 2. Kafein : 100-200 mg untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Berdasarkan gejala dan penyakit yang ditimbulkan, maka perlu diberikan :

  1. Pertolongan untuk menghilangkan gejala-gejala penyakitnya :

    • Usahakan istirahat yang cukup sehingga badannya dapat melawan virus.

    • Berikan banyak cairan. Cairan hangat akan melegakan kerongkongan yang sakit, hidung tersumbat dan mengganti cairan tubuh yang hilang selama demam.

    • Kurangi susu, keju dan produk-produk susu lainnya untuk beberapa hari karena dapat mengentalkan dahak.

    • Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah membersihkan hidung dan sebelum makan.

    • Minum acetaminophen setiap 4 – 6 jam untuk demam dan nyeri-nyeri otot. Jangan berikan aspirin pada anak dibawah usia 8 tahun kecuali disarankan oleh dokter.

    • Hindarkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan sekaligus semua gejalanya. Untuk hidung yang tersumbat, pakailah decongestan, untuk batuknya dengan obat batuk, dsb.

    • Batuk kering yang terus-menerus dapat dikurangi dengan minum madu yang dicampur air hangat, teh atau air jeruk. (pengecualian: jangan pernah memberikan madu pada anak dibawah umur 1 tahun)

    • Obat batuk permen dapat melegakan tenggorokan yang iritasi.

    • Untuk melegakan hidung tersumbat, berilah obat tetes hidung. Anda dapat membuat sendiri dengan mencampur setengah sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat. Teteskan satu atau dua tetes pada setiap hidung dengan posisi anak tidur telentang, dilanjutkan dengan membersihkan hidungnya , hal tersebut akan sangat membantu.

  2. Panggillah Dokter Jika :

    • Demamnya tetap pada suhu 400 C atau lebih tinggi dan terus menerus selama lebih dari 3 hari.

    • Kelenjar di leher membengkak.

    • Pada tonsil atau tenggorokan terlihat putih-putih.

    • Ingus menjadi berwarna kuning atau hijau setelah 5 hari selesma atau warnanya tetap seperti itu setelah 7 – 10 hari.

    • Sakit telinga terus-menerus, batuk, sakit dada atau sinus.

    • Gejalanya seperti membaik, kemudian kambuh lagi.

    • Sakit kepala hebat dan kaku lehernya, demam, mual-mual dan muntah.

    • Timbul bercak-bercak di kulit.

    • Satu atau kedua mata merah dan kotoran mata berwana kuning merapatkan kelopak matanya.

    • Terengah-engah dan sulit bernapas.

C. OTC

OTC adalah singkatan dari Over-The-Counter, merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter, kita menyebutnya obat bebas. Bisa dipastikan hampir setiap orang pernah mengkonsumsi obat bebas ini. Ada 4 golongan obat bebas yang paling populer, yaitu pereda rasa sakit, penenang (antihistamin), ‘obat’ pilek (dekongestan), dan ‘obat’ batuk.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s