Obat dan detoksifikasi melalui hati

Hati adalah organ tubuh yang merupakan tempat utama metabolisme obat, oleh karena mengandung lebih banyak enzim-enzim metabolisme dibanding organ lain. Setelah pemberian secara oral, obat diserap oleh saluran cerna, masuk ke peredaran darah dan kemudian ke hati melalui efek lintas pertama. Aliran darah yang membawa obat atau senyawa organik asing melewati sel-sel hati secara perlahan-lahan dan termetabolisis menjadi senyawa yang mudah larut dalam air kemudian diekskresikan melalui urin. Hati menghasilkan cairan empedu yang diekskresikan ke duodenum melalui saluran empedu. Cairan empedu berfungsi membantu pencernaan lemak dan sebagai media untuk ekskresi metabolit beberapa obat yg melalui tinja. Metabolisme obat di hati terjadi pada membrane retikulum endoplasma sel.

Kondisi hati yang normal memiliki fungsi penting untuk melindungi tubuh dari bahaya kanker, karena hampir 90 persen kanker disebabkan oleh karsinogen lingkungan, seperti air, makanan, udara dan kekurangan gizi. Fungsi hati ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, kurangnya aktivitas dan kurang gizi. Proses enzimatik hati bekerja menetralisir senyawa-senyawa kimia yang tidak diinginkan seperti obat, pestisida, dan toksin dari perut. Proses ini menghasilkan radikal-radikal bebas yang bisa merusak hati. Sekali toksin telah diubah menjadi bentuk yang tidak toksik, maka toksin tersebut harus segera dibuang.

Contoh obat-obat yang didetoksifikasi melalui hati:

* Amitriptilin

Kategori terapetik : Antidepresan trisiklik, antimigrain

Metabolisme : Dimetabolisme dihati menjadi nortriptilin yang aktif, derivate hidroksi dan derivate terkonjugasi.

Range kadar terapetik dalam darah : 100-250 ng/mL (SI : 360-900 nmol/L)

Kadar toksik dalam darah : Lebih dari 0,5 µg/mL

Dosis maksimum : sekali 30 mg, sehari 300 mg.

* Acetaminofen

Mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antipiretik dengan sedikit efek antiinflamasi. Acetaminofen berefek menghambat sintesa prostaglandin di otak tetapi sedikit aktivitasnya sebagai inhibitor prostaglandin perifer. Tidak menghambat aksi platelet normal, aktivitas prothrombin, atau merusak GI mucosal. Absorpsi cepat dari traktus GI, konsentrasi plasma puncak tercapai pada 0,5-2jam. Pada dosis terapi, obat bentuk tak terikat plasma protein; pada over dosis 20-50% terikat protein. Dimetabolisme terutama dihati sebagai konjugat tak aktif dengan asam glukuronat, sulfat dan sistein, dimetabolit hepatotoksik intermediate (order 1) oleh CYPIA2 dan CYP2EI. Intermediate didetoksifikasi oleh glutathione.

Dosis : dewasa sekali 500 mg, sehari 500 mg-2 g

* Karbamazepin

Adalah senyawa iminostilben yang strukturnya berhubungan dengan antidepresan trisiklik. Dimetabolisme di hati oleh isoenzim P450 3A4 menjadi metabolit 10,11-epoksid, mengalami hidrasi oleh enzim epoksida hidrase, membentuk trans 10,11-dihidroksikarbamazepin.

Dosis : sekali 200 mg-1,2 g (bila perlu)

* Diazepam

Dimetabolisme menjadi metabolit yang aktif. Merupakan turunan benzodiazepine, teroksidasi pada atom Cα- imin, menghasilkan metabolit 3-hidroksidiazepam dan kemudian mengalami N demetilasi menjadi oksazepam, yang aktif sebagai penekan sistem saraf pusat.

Dosis maksimum : sekali 5 mg-30 mg dalam dosis bagi, sehari 40 mg

* Meperidin

Metabolisme meperidin terutama berlangsung di hati, mengalami hidrolisis menjadi asam meperidinat yg kemudian sebagian mengalami konjugasi. N-demetilasi menghasilkan nor-meperidin yang kemudian dihidrolisis menjadi asam normeperidinat dan seterusnya asam ini dikonjugasi pula.

* Lidokain

Dalam hati, lidokain mengalami dealkilasi oleh enzim oksidase fungsi ganda (mixed-function oxidases) membentuk monoetilglisin xilidid dan glisin xilidid. 75% dari xilidid akan diekskresi bersama urin dalam bentuk metabolit akhir, 4 hidroksi-2-6 dimetil-anilin

Dosis : 0,5 mg/kg – 1 mg/kg

* Hidrokortison

Adrenokortikal steroid, mempunyai efek antiinflamasi dan retensi garam. Dimetabolisme di hati. Induksi enzim hepatik meningkatkan klirens hidrokortison dan glukokortikoid sintetik. Klirens renal naik ketika level plasma meningkat.

Dosis : sekali 100 mg, sehari 200 mg ( dosis maksimum)

* Klorpropamid

Cepat diserap oleh usus, 70%-80% dimetabolisme dihati dan metabolitnya cepat diekskersi melalui ginjal. Merupakan obat antidiabetes, mempunyai rantai samping n-propil, mengalami oksidasi ω-1 menghasilkan 2’-hidroksiklorpropamid.

* Dekstrometorfan

Merupakan D isomer dari Kodein, namun tidak menunjukkan sifat sebagai analgetik. Bekerja sebagai antitusif (penekan batuk). Mengalami metabolisme dihati, sebagian besar (93%) menjadi dekstrofen suatu metabolit utama yang aktif oleh enzim CYP2D6

Dosis : sehari 1mg/kg

* Alopurinol

Merupakan agen urikosurik. Alopurinol dimetabolisme menjadi oxypurinol yg merupakan inhibitor xanthine oksidase. Alopurinol bekerja pada katabolisme purin, menurunkan produksi asam urat tanpa mengganggu biosintesis purin yang diperlukan.. Alopurinol dapat didialisis; 10% dieliminasi melalui ekskresi enterohepatik

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s